Advertisement

Thursday, September 1, 2011

Peraturan baru buat pasangan di China fikir dua kali untuk bercerai

BEIJING, KOMPAS.com - Mungkin warga China akan berfikir semula jika hendak bercerai. Biasanya, pasangan yang bercerai membagi hartanya untuk suami dan isteri. Tetapi, baru-baru ini wujud peraturan baru dari pengadilan tinggi China bahawa rumah yang dimiliki suami atau isteri sebelum berkahwin tetap menjadi hak suami sepenuhnya.


Tentu hal ini ditentang kaum perempuan China, yang menganggap peraturan ini menguntungkan lelaki, yang secara tradisional mempunyai rumah. ”Dengan peraturan baru ini, lelaki tidak lagi harus bertanggung jawab dengan apa yang terjadi pada perempuan setelah bercerai,” ujar Xu Weiqin (40), penduduk Beijing.

Lelaki China memang diharapkan membelikan rumah jika mereka hendak menikah. Pernikahan tanpa rumah disebut ”pernikahan telanjang”. Sejumlah orangtua bahkan mulai mencari rumah setelah mengetahui anaknya lelaki.

”Orangtua yang membelikan rumah untuk anaknya biasanya khuatir, jika anaknya bercerai, harta keluarga akan hilang,” ujar juru bicara pengadilan Sun Jungong.

Ternyata, para isteri tidak kalah cerdik, mereka meminta suami menambahkan nama istri di sijil kepemilikan rumah. Perceraian sekarang menjadi hal biasa di China, dengan sekitar 5.000 orang bercerai setiap hari. (Reuters/Joe)

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Advertisement